PGN Dapat Restu Garap Infrastruktur Gas Di Kepulauan Riau

Petugas Perusahaan Gas Negara (PGN) melakukan pengecekan instalasi stasiun pengatur tekanan dan pengukur laju aliran gas atau metering regulating station (MRS) milik PGN di PT Coast Rejo Indonesia, Tajur, Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/10/2015). PGN terus memperluas pemanfaatan gas bumi di sektor industri untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan lingkungan yang bersih di sektor industri nasional. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Jakarta, CNN Indonesia — Manajemen PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan telah menandatangani perjanjian kerjasama pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi bersama Pemerintah Kepulauan Riau (Kepri).

Dalam perjanjiannya, PGN akan membangun dan mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk berbagai segmen pelanggan mulai rumah tangga, transportasi, UKM, komersial, industri dan kelistrikan di kawasan tersebut.

“PGN menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Pemprov Kepri untuk membangun infrastruktur dan mengembangkan pemanfaatan gas bumi di wilayah ini. Melalui sinergi antara pasokan, infrastruktur dan pasar pemanfaatan gas bumi akan lebih optimal, sehingga dapat  memperkuat ketahanan energi dan mendorong perekonomian di Kepri dan Indonesia,” ujar Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Djoko Saputro dalam keterangan resminya, Jumat (13/11).

Joko menjelaskan, dalam perjanjian kerjasama tersebut PG akan membangun pipa gas bumi yang menghubungkan pipa West Natuna Transmission System (WNTS) dengan pulau Pemping di Kepri sejauh 6 km.

Tak cuma itu, perusahaan pelat merah yang juga melantai di bursa efek dengan kode PGAS tersebut akan membangun pipa gas yang menghubungkan lapangan migas di laut Natuna dengan pulau-pulau utama di Kepri seperti Batam dan Bintan sepanjang 600 km.

Guna mendukung dan mewujudkan pemanfaatan gas bumi ini, Pemprov Kepri berkomitmen akan mendukung PGN untuk mendapatkan pasokan gas melalui alokasi dari sumber-sumber gas yang terdapat di Kepri. Di samping Pemprov juga akan mendorong percepatan pembentukan pasar pengguna gas di wilayah ini sehingga ketersediaan pasokan gas dan pembangunan infrastruktur gas akan bermanfaat secara optimal.

“Selama ini kami hanya melihat sumber-sumber gas bumi di Kepri diangkut ke Singapura dan daerah lain tanpa mendapatkan manfaat yang semestinya. Bersama PGN, Pemprov Kepri ingin menjadikan gas bumi sebagai energi baik bagi  pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Rahminuddin, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Kepri.

Mengutip catatan perseroan, sampai dengan kuartal III  2015 PGN telah membangun dan mengoperasikan infrastruktur pipa gas bumi sepanjang 6.470 kilometer atau 76 persen pipa gas bumi hilir nasional.

Saat ini, perusahaan juga sedang menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur  di beberapa wilayah. Sementara itu total pelanggan PGN sampai dengan saat ini sudah menembus angka 105 ribu dengan segmen rumah tangga, UKM, komersial, industri, transportasi dan kelistrikan.

“Dengan pengalaman lebih dari setengah abad, PGN akan terus mendorong pemanfaatan gas bumi, melakukan sinergi dengan stakholders lain dan menjadikan gas bumi sebagai energi bagi kemajuan Indonesia. Gas bumi juga terbukti sebagai energi baik yang ramah lingkungan, efisien dan aman. Banyaknya keuntungan  gas bumi itulah yang ingin disebarluaskan PGN ke masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia,” tandas Joko.(dim/gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *