Pewarta Antara Jatim Juara Kompetisi Jurnalistik PGN

Jakarta, (Antara) – Pewarta Antara Jatim Slamet Hadi Purnomo meraih Juara I Kompetisi Jurnalistik PGN (KJPGN) 2015 Kategori Feature Media Online dalam Malam Anugerah KJPGN di Jakarta, Selasa (15/12) malam.
Ia menyabet gelar tersebut dengan tulisan yang berjudul “Mewujudkan Surabaya Menjadi Kota Gas” dan bersaing dengan hampir 3.000 karya tulis dan lebih dari 1.500 karya foto yang diikutkan dalam kegiatan yang dilaksanakan sejak bulan Januari 2015 hingga Desember 2015 itu.
Direktur utama Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Hendi Prio Santoso dalam sambutannya mengatakan kegiatan yang dilangsungkan untuk kedua kalinya itu merupakan cara mendorong para pewarta terus mengasah dan meningkatkan kemampuan jurnalistik demi kemajuan pers nasional.
Selain itu, acara itu juga bertujuan untuk menyebarluaskan informasi untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi sebagai upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia.
“Ini upaya kami mengundang dan mengajak partisipasi dan perhatian rekan jurnalis dan media untuk mengenal manfaat energi baik, yakni energi gas bumi karena sampai saat ini gas yang disalurkan adalah gas produksi dalam negeri sehingga manfaatnya untuk penyerapan energi,” tutur Hendi.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan gas bumi dalam negeri akan meningkat, apalagi kini potensi gas bumi belum termanfaatkan semuanya. penyerapan energi baik ke depan.
Sementara itu, melalui KJPGN 2015 kesempatan terbuka untuk media mengabadikan momen dalam bentuk foto dan mengeksplorasi informasi dan kegiatan yang bertemakan gas bumi dalam bentuk tulisan.
Para pewarta bersaing untuk lima kategori, yakni Kategori Hardnews Media Cetak, Kategori Feature Media Cetak, Kategori Hardnews Media Online, Kategori Feature Media Online dan Kategori Foto.
Sedangkan total hadiah untuk kegiatan yang mengambil tema “Pemanfaatan Gas Bumi bagi Ketahanan Energi Nasional” itu sebesar Rp450 juta dalam bentuk uang tunai.
Dewan juri yang terlibat terdiri atas praktisi yang memiliki kompetensi di bidangnya dan bekerja independen tanpa ada keterlibatan PGN dalam penentuan pemenang. (*)