PGN Ditunjuk Kelola 21 Ribu Jaringan Gas di Tarakan

Jakarta (katakabar)  –  PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk ditunjuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengoperasikan  21 ribu jaringan distribusi gas bumi bagi konsumen rumah tangga di Tarakan, Kalimantan Utara.

seperti tertuang dalam dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 3337 K/12/MEM/2015, penunjukan tersebut dalam rangka mempercepat program konversi energi ke bahan bakar gas bagi rumah tangga.

Demikian disampaikan Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Djoko Saputro dalam keterangan resminya kemarin, bahwa PGN memiliki komitmen yang kuat mendukung pemerintah dalam perluasan pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

98Jaringan distribusi gas (Jargas) di kota Tarakan dibangun pemerintah menggunakan APBN 2010, dengan total sambungan rumah (SR) sebanyak 3.366 sambungan di  Kelurahan Sebengkok dan Kelurahan Karangbalik. Pasokan gas bumi di dapat dari PT Medco EP Indonesia dengan alokasi sebanyak 0,7 MMSCFD.

Sementara  Walikota Tarakan Sofian Raga berharap penugasan PGN ini tidak hanya berhenti untuk Jargas rumah tangga, tetapi dikembangkan pula untuk memasok gas ke industri.  “Sehingga tidak hanya sambungan rumah tangga yang dapat menikmati gas bumi, namun juga dapat berkembang ke industri untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan,” kata Sofian Raga.

Berdasarkan SK Menteri ESDM Nomor 0651.K/12/MEM/2011 tanggal 3 Maret 2011 sebelumnya, Jargas di kota Tarakan dioperasikan oleh PT Perusahaan Daerah Kota Tarakan (BUMD milik Pemerintah Kota Tarakan). Kemudian terbit Peraturan BPH Migas Nomor 3 Tahun 2014 tentang Harga Jual Gas Bumi Melalui Pipa yang Dijual oleh Perusahaan Daerah Kota Tarakan untuk Konsumen Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil Pada Jaringan Pipa Distribusi Kota Tarakan. Beleid tersebut memutuskan biaya berlangganan rumah tangga sebesar  Rp3.492 per meter kubik setiap bulannya.

Lebih lanjut Joko menjelaskan, dengan asumsi pemakaian gas berkisar 10-15 meter kubik per bulan, maka rumah tangga dibebankan biaya sekitar Rp35 ribu hingga Rp60 ribu per bulan. Dengan demikian masyarakat diharapkan dapat menikmati efisiensi dan dampak berganda dari konsumsi energi sehari-hari.

Apabila mengacu pada rencana kerja Kementerian ESDM tahun 2016, tambah Djoko, Direktorat Jenderal Migas akan melakukan pengembangan Jargas di Kota Tarakan sebanyak 21 ribu sambungan rumah tangga, dengan menunjuk PGN sebagai pelaksana. Sehingga dengan pengembangan Jargas di tarakan tersebut, maka jumlah pelanggan rumah tangga PGN akan bertambah sebesar 43 persen dari posisi saat ini 100 ribu rumah tangga.